Kamis, 07 Desember 2017

UNPREDICTABLE SCENES

Solo Exhibition by Octo Cornelius
October 10 - 26, 2017
Jogja Contemporary
Essay by : Budi N.D. Dharmawan







While We Were Busy With Plans

Octo Cornelius came to me with the phrase "random life". We then discussed it while sipping coffee under the dim light of the bookshop's lamp. The phrase he brought there had disturbed him greatly, Octo felt he must actualise it into artworks, into an exhibition. This idea bothered him so, that Octo felt the needs to talk about it--with me. Since that discussion months ago, my curiosity was tickled, both by the idea of the exhibition and the idea of random life itself.

The short meet-ups with Octo since that night had made me anxious. In the beginning  I found it difficult to spare time and energy to respond to Octo's overwhelming energy. Since the beginning Octo did come to me to bill. I encouraged him to make an exhibition years ago, but it has not been realised. The events surrounding our lives then enabled me to slowly absorb the narratives behind the idea of random life. Time has apparently toned down Octo's overwhelming energy--it was not gone nor died out, instead it felt more moderated and not as explosive as before. His big idea had started to sharpen and more focused.


Random life theme proposed by Octo reminded me to a famous quote of Albert Einstein, "As I have said so many times, God doesn't play dice with the world." Einstein said this because he was very unhappy about the apparent randomness in nature. Einstein perspective is known as the hidden variable theory--because of the hidden variable we could not calculate precisely the position and speed of a particle in a certain moment, making it seemingly random. In the beginning, this theory was considered to be parallel with Werner Heisenberg Uncertainty Principle, until several decades later John Bell's experiment proved it otherwise. There aren't any hidden variable. The universe is indeed random.


What was left, later, according to the Uncertainty Principle, are assumptions. Random and unpredictable does not automatically exclude order and regularity. The condition expands possibilities, that an event takes place from a single cause and not events that are mutually exclusive, but a part of a chain of events that affect and influenced by other things and events. From the chain of events, I could discover pattern and made assumption, but it was limited to that: assumption. That assumes. That is unpredictable. Such is random life.


The events that I experienced lately helped constructed my perspective in understanding Octo's random life narrative, which in the beginning seemed like a wild ball within our exchanges. Experience, along with its sourness and bitterness, had provided me with understanding. Many are yet outlined, but let those moments be randomly recorded without me requiring to guess the continuation. Meanwhile, I must face my fear and concluded my conversation with Octo through this exhibition.


Octo Cornelius in this exhibition represents a number of works that attempted to discuss the random and unpredictable moments. Regarding improper timing, regarding keeping faith in the midst of doubt, regarding searching and waiting within limitation, regarding bravery that sometimes arose from ignorance.


These random moments in life emerged from Octo's contemplation and reflection, which later was embodied in his art practice and materialised into his works. The Unpredictable Scenes exhibition offers to us a pause from the daily knots and takes us to momentarily enjoy the randomness of life. Because life is what happens while we were busy with plans.




=====================================================

Sementara Kita Sibuk Dengan Rencana-Rencana


Octo Cornelius datang kepada saya dengan frasa “random life”. Kami lalu membicarakannya sambil minum kopi di bawah remang lampu kedai yang menempel toko buku itu. Frasa yang dia bawa itu demikian mengusiknya, sehingga Octo merasa mesti mewujudkannya menjadi karya, menjadi pameran. Gagasan itu begitu mengganjalnya, sehingga Octo merasa perlu mengobrolkannya—dengan saya. Sejak percakapan berbulan-bulan lampau itu, saya turut tergelitik pula jadinya, baik oleh gagasan pameran maupun oleh gagasan random life itu sendiri.
Pertemuan-pertemuan yang singkat-singkat dengan Octo sejak malam itu sempat menjadi semacam momok bagi saya. Pada mulanya, saya sulit meluangkan waktu dan pikiran untuk merespon energi Octo yang begitu besar. Kedatangan Octo menghampiri saya sejak awal memang untuk menagih. Saya sempat mengajaknya berpameran bertahun-tahun lalu, namun belum kesampaian. Peristiwa-peristiwa di sekitar kami kemudian membuat saya perlahan-lahan dapat meresapi narasi di balik gagasan random life. Waktu rupanya telah pula membuat energi Octo yang besar itu teredam—tidak hilang atau padam, namun rasanya lebih teratur dan tidak meletup-letup seperti sebelumnya. Gagasan besarnya pun mulai mengerucut dan lebih terfokus.
Tawaran tema random life dari Octo ini mengingatkan saya kepada sebuah kutipan terkenal dari Albert Einstein, “Saya tidak percaya Tuhan bermain dadu dengan alam semesta.” Einstein berujar demikian lantaran sebal terhadap keacakan alam semesta. Pandangan Einstein ini dikenal sebagai teori variabel tersembunyi—sebab ada variabel tersembunyi itulah kita tidak dapat menghitung dengan tepat letak dan kecepatan suatu partikel pada suatu waktu tertentu, sehingga seolah acak. Awalnya, teori ini dianggap sejalan dengan Prinsip Ketidakpastian Werner Heisenberg, hingga beberapa dasawarsa kemudian percobaan John Bell berhasil membuktikan sebaliknya. Tidak ada variabel tersembunyi. Semesta ini memang acak adanya.
Yang tersisa, kemudian, menurut Prinsip Ketidakpastian, adalah perkiraan-perkiraan. Acak dan tak tertebak tidak lantas meniadakan tatanan dan keteraturan. Keadaan ini justru memperluas kemungkinan, bahwa suatu peristiwa tidak terjadi dari suatu penyebab tunggal dan bukanlah suatu kejadian yang lepas, melainkan bagian dari rangkaian reaksi berantai yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh hal dan peristiwa yang lain. Dari untaian peristiwa itu, saya dapat menemukan pola dan membuat perkiraan, tetapi sebatas itu saja: perkiraan. Yang kira-kira. Yang tak tertebak. Demikianlah random life.
Peristiwa-peristiwa yang saya alami belakangan turut membangun sudut pandang saya di dalam memahami narasi random life Octo, yang mulanya seperti bola liar di dalam pertukaran kami. Pengalaman, dengan segenap kecut dan pahitnya, telah membekali saya dengan pemahaman. Banyak yang masih belum sempat teruraikan, namun biar saja momen-momen itu tercatat acak tanpa saya perlu menebak-nebak kelanjutannya. Sementara itu, saya mesti menghadapi momok saya dan menggenapkan perbincangan bersama Octo melalui pameran ini.
Octo Cornelius di dalam pameran ini mempresentasikan sejumlah karya yang mencoba mempercakapkan momen-momen yang acak dan tidak tertebak tersebut. Soal waktu yang tidak tepat, soal merawat keyakinan di tengah keraguan, soal pencarian dan penantian di dalam keterbatasan, soal keberanian yang kadang justru muncul dari ketidaktahuan.
Momen-momen acak di dalam hidup ini muncul dari renungan dan refleksi Octo, yang lantas menubuh ke dalam praktik kekaryaannya dan mewujud ke dalam karya-karyanya. Pameran Unpredictable Scenes menawarkan jeda kepada kita dari ikatan-ikatan keseharian dan mengajak kita sejenak menikmati acaknya hidup. Sebab hidup adalah apa yang terjadi sementara kita sibuk dengan rencana-rencana.

Budi N.D. Dharmawan

1 komentar:

  1. Casino City, New Jersey - MapYRO
    › hotels › casino-city- › 상주 출장안마 hotels › casino-city- Casino City offers over 6,000 slots 이천 출장마사지 games including 과천 출장샵 video poker, blackjack, roulette and live dealer games. Hotel & Casino is home to a variety of entertainment  Rating: 4.4 44 votes Price range: 김천 출장샵 $ (Based on Average Nightly Rates for a Standard Room 충주 출장샵 from our Partners)

    BalasHapus